Senin, 09 Maret 2020

SEJARAH DESA NGRAJI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN

SEJARAH DESA NGRAJI

Desa  Ngraji  yang sebelum Tahun 1924 masih terdiri dari empat Desa dengan empat Kepala Desa.empat kepala Desa tersebut adalah

1. Desa Ngraji berkepala Desa Bapak Sastrodipuro
2. Desa Ngablak Berkepala Desa Bapak Martodipuro
3. Desa Dadabong Berkepala Desa Bapak Djasmin
4. Desa  Cabeyan Berkepala Desa Bapak Patawi

Pada Tahun 1924 Oleh Pemerintahan Hindia Belanda di blengket dijadikan satu Desa Yaitu Desa Ngraji dengan Kepala Desa Bapak Mertosoedarmo.

Sejak Tahun itulah terjadi Pemiihan Kepala Desa dengan Cara Bitingan ( Lidi/sodo ) dikarenakan di lakukan dengan mengunakan biting dengan ukuran 10 cm dimasukan kedalam bumbung ( Bambu panjang satu ruas ).Pemerintahan berjalan lancar.

Pada tahun 1948 ( Modin Affair ) ada pergantian Pemerintahan Secara Paksa  Oleh orang- Orang PKI .Sehingga Pamong dan kepala Desa Nya semua Orang PKI.Namun tidak berjalan lama.Setelah ada pasukan Batalyon Siliwangi dari Jawa barat  berhasil mengembalikan Pemerintahan Yang Sah,dibawah Kepala Desa Bapak Martosoedarmo Kembali.
Dengan berjalannya waktu terjadi Asi Militer Ke  II Oleh Belanda.

Sedikit banyak Desa Kami ikut andil dalam mengisi sejarah perjuanagn ini.Karena pada waktu itu . Kota Purwodadi di duduki belanda maka Pejabat – Pejabat teras Kota Purwodadi melarikan diri Ke Desa Kami Desa Ngraji Di Rumah kepala Desa Bapak Martosoedarmo. Yang dijadikan Kantor Pemerintahan Sementara.

Yang mengungsi Pada waktu itu diantaranya Bapak R.Soegeng ( Residen Semarang ),Bapak Imam Soepeno ( Bupati Grobogan ),Bapak Soedardjo (Wedono Purwodadi )/Ayah dari Bapak Drs.Djatioetoro (Kabag Pemerintahan Kab Grobogan ),Bapak Noerhadi (Asisten Wedono ),Bapak Koesnin ( Mantri Polisi ) ,Bapak Widagdo ( berpangkat mayor waktu itu ) dan Bapak Soetejo (berpangkat Kapten ) dan masih banyak lagi.

Karena Agresi Belanda masuk ke Desa-Desa Maka Pemerintahan sementara yang semula di Desa Kami berpindah Ke Desa Boloh Kecaamatan Toroh,Beserta Kepala Desa Kami mengungsi ke boloh untuk tidak menyerahkan diri kepada Belanda.

Dari 17 Desa se kecamatan Purwodadi desa Ngraji Satu satunya yang tak mau menyerahkan diri kepada Belanda.
Setelah Belanda menyerahkan peletakan senjata dengan pemerintah RI .Di Desa Kami tepatnya di rumah Kepala Desa Diadakan Pertunjukan Wayang suluh dengan Dalang Drs,Yahmo( ex G.30.s.PKI ).

Dengan Berjalanya waktu Bapak Martosoedarmo Meninggal Dunia pada tahun 1956 dan digantikan oleh Bapak Soetedjo ( Carik )Sampai Tahun 1975 dan digantikan Oleh Bapak Yusuf Tohari Sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa Sampai Tahun 1980. Dan digantikan hasil Pemilihan Bapak Hanjoyo  sampai tahun 1988 .secara berurutan digantikan Bapak Suparjo (1990-1998) Tahap 1 dan (1998-2006) Thp II dilanjutkan Bapak Darwanto (2006-2012) Bapak Drs Djoko Sunarto (2012-2018)Tahap 1 (2018-2026)Tahap II ( Sekarang)
Sejarah Desa Ngraji  ( DUSUN NGRAJI )

Desa Ngraji Dahulu kala merupakan hutan belantara .Maka datanglah seseorang bernama Ki Singopengaji di hutan belantara dengan segenap pengikutpengikutnya.Di sinilah Ki singopengaji mendirikan sebuah Desa.Dengan pengikutnya menebang hutan itu.

Setelah penebangan hutan selesai,maka Ki singopengaji mendirikan sebuah desa.Dengan Penghasilan utama menggergaji kayu dari hasil penebangan hutan dan dijual ke lain desa.

Oleh Karena sumber penghasilan penduduk sebagian besar dari hasilmenggergaji kaayu maka oleh Ki singopengajidesa baru itu dinamakan Desa Ngrajibermata pencarian menggergaji kayu hutan sampai kira  kira tahun 1962.

Hari berganti hari,bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun.Ki singopengaji meninggal dunia .dan makamnya dimakamkan di pemakaman desa .terletak di desa ngraji.
Secara tradisional makam tersebut di keramatkan  .semua warga mengeramatkan dan berziarah bila punya hajat.
Ada kejadian yang luar biasa.yakni terjadi kira - kira pada tahun 1940 di makam Ki Singopengaji mengeluarkan siput – siput keong ( bahasa Jawa ) yang jumlahnya ribuan .siput tersebut di masak masyarakat setempat yang tiada habis di ambilnya. Siput –siput tersebut bermunculan sepanjang masa tidak mengenal musim.

Suatu ketika ada seorang warga mendatangi makam tersebut meminta  berdoa meminta siput kepada Ki singopengaji keluarlah siput tersebut dengan jumlah yang begitu banyaknya.
Demikian kisah Desa Ngraji yang sekarang Dusun Ngraji


Sejarah Dusun Ngablak .
Konon kabarnya dusun ngablak bukan dari hasil penebangan hutan seperti desa yang lain.melainkan merupakan padang rumput ( Oro-oro )Yang bahasa jawa NgablakNgablak.

Pada Tahun 1948 sewaktu belanda menduduki Kota. .Di Dukuhan Ngablak Sebelah Tengaara Pernah diadakan Perayaan Proklamasi Kemerdekaan Yang Ke III Dengan Pengibaran bendera oleh para gerilyawan kita.
Perayaan itu di pimpin oleh Letkol Tarmuji .( Purnawirawan berpangkat Letnan dua  masa perjuanagn ) .yg pernah menjabat KADIN Kab.Grobogan ..
Tepatnya tempatnya sekarang di kenal dengan nama Krapyak.Oleh masyarakat maasih selalu di kirimi sajisajian untuk sedekah Bumi.


Sejarah Dusun Dadabong
Adanya Babi hutan yang di kejar-kejar..lari di bawah dadap dan dadap tersebut di bakar ( Di Bong ) dan dusun tersebut di namakan Dadabong.


Sejarah Dusun Cabeyan
Pendirinya adalah Alim Ulama ..Dan di lanjutkan seorang tokoh alim ulama yang bernama Imam bin Towidjoyo yang menyebarkan agama islam dan selama hidupnya tidak menikah sampai meninggal tahun 1973 dalam usia 90 tahun yang memprakarsai berdirinya masjid cabeyan ..menurut cerita bpk imam pendiri dukuh cabeyan berasl dai daerah kudus ....dan oleh karena pendiri dukuh mempunyai banyak cabai maka dinamakan dusun Cabean.


Sejarah Dusun Tempel
Pada Tahun1924 sebelum blengketan ikut Dusun Ngraji ( Jenang sak Kuali )Terletak di pinggir Kali Glugu.Oleh Karena nempel dengan kelurahan kalongan dan ngraji dinamakan Dusun Tempel.


Sejarah Dusun Cangkring
Sama Seperti Dusun Tempel ( Jenang Sak Kuali ) dengan Dusun Ngraji ..
Pada Tahun 1945 sering terdengar suara seperti tanah longsor ..Yang oleh masyarakat cangkring dikatakan ada GLEGER  yang suaranya dapat di dengarkan sampai 5 km ..setiap ada kejadian GLEGER semua air di gentongan ( Tempat Air ) ikut goyang .dan seringnya pada musim labuhan yaitu antara musim kemarau dan musim Penghujan .Tetapi sekarang GLEGER itu tidak bersuara lagi.Sedangkan nama cangkring diambilkan dari nama pohon Cangkring yang banyak durinya.
SEKIAN......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar